Jan 30, 2013

Refleksi Di SMK Mikael



Angkatan 48, siapa yang masih ingat kata-kata ini: “fisik atau mental?” yang biasa diteriakkan oleh kakak kelas pada saat MOS untuk menentukan hukuman untuk teman-teman peserta MOS lainnya.
Karena senasib dan sepenanggungan, maka kita harus memilih yang terbaik buat teman kita (mendingan). Jadi pada intinya, kita diajak untuk saling peduli terhadap teman lainnya.



Ditingkat 1 saya belum begitu tau tentang mesin perkakas itu bagaimana bentuknya. Banyak salah persepsi tentang istilah-istilah teknik yang saya ketahui. Misal persepsi saya mesin bubut itu mesin buat mbubuti bulu ayam.
Ternyata mesin bubut itu seperti ini:

Bukan seperti ini:













Walaupun sama-sama bisa muter.
Pertama saya mendapat sesi bubut, saya merasa menjadi orang paling bodoh. Masang pisau saja terbalik 3x.

Ditingkat 2 materi kejuruan lebih banyak. Maka nggak heran kalau banyak yang mengeluh karena semakin berat dan banyak tugasnya. Ditingkat 2 bagi saya adalah surganya SMK. Karena lebih bebas. Selalu masih punya banyak waktu untuk bermain & klayapan.


Tidak terasa sudah memasuki tahun ketiga, dimana waktu luang lebih sedikit. Harus pintar mengatur waktu dan memprioritaskan. Selain untuk menyiapkan untuk ujian kelulusan kami juga diharuskan menyelesaikan tugas akhir yang berupa desain dan juga barang jadinya untuk dipresentasikan pada hari dan waktu yang telah ditentukan. Semakin berat saja karena semua sudahmenjadi prioritas.
Hingga sampai ditingkat tiga ini, banyak pengalaman suka dan dukanya. Yang suka kami lewati dengan suka juga. Dan pengalaman duka kami buat menjadi suka, bagaimana caranya pasti ada saja yang kami buat.

Kebersamaan lebih terasa dimana tanggal 9 September 2012 kami sekelas mengadakan touring dari sekolah ke Cokro daerah hampir Klaten dengan bersepeda. Tanggal itu masih saya ingat betul harinya hari Minggu. Saat berangkat terasa berat, kira-kira butuh 2,5jam untuk sampai tujuan. Tetapi saat pulangnya, jujur saya mengejar waktu untuk mengahidiri undangan. Selisih 1jam lebih cepat untuk sampai rumah.

Dari suka & duka 3tahun ini saya belajar banyak. Yaitu membantu dan berbagi.
Bantulah apa yang bisa dibantu, berbagilah apa yang bisa dibagi. Dengan begitu, semuanya akan juah lebih mudah. Dengan begitu juga hidup berat akan menjadi lebih ringan.

Disinilah saya merasa karakter yang ada pada diri benar-benar terbentuk. Dengan kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan disini.

No comments:

Post a Comment